Detail

Praktik Baik Program Perlindungan Keanekaragaman Hayati PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Minangkabau Tahun 2026

Pertamina Patra Niaga AFT Minangkabau pada program Si Rancak Ulakan juga memiliki indeks yang komplek dalam implementasinya di lapangan. Salah satu hal yang menjadi implementasi utama di lapangan adalah Program Perlindungan Keanekaragaman Hayati sejak tahun 2022 hingga tahun 2026. Berikut Status keanekaragaman hayati AFT Minangkabau :

No

Keterangan 

Tahun

Satuan 

2022

2023

2024

2025

2026

A

Luasan Area Konservasi 

3,7

5,2

5,2

8,4

8,4

Ha

B

Total Jumlah Flora 

4650

5300

6800

8795

9475

Batang 

Indeks Kehati Flora 

1,94

1,99

2,02

2,10

2,10

H' 

1

Cemara Kipas 

1000

1000

1200

1200

1200

Batang 

2

Cemara Laut 

1000

1000

1000

1000

1200

Batang 

3

Cemara Pensil 

800

800

850

850

850

Batang 

4

Cemara Udang 

700

700

750

750

800

Batang 

5

Cemara Angin 

600

800

800

800

900

Batang 

6

Bruguiera

250

300

500

500

500

Batang 

7

Mangrove

300

300

1300

2500

2700

Batang 

8

Pinago 

0

400

400

500

500

Batang 

9

Kelapa

60

70

70

80

80

Batang 

10

Butun

0

0

0

6

8

Batang 

11

Waru Laut

0

0

0

3

5

Batang 

12

Sukun

0

0

0

1

3

Batang 

13

Beringin

0

0

0

5

7

Batang 

14

Pinus

0

0

0

599

720

Batang 

15

Mengkudu

0

0

0

1

2

Batang 

C

Total Jumlah Fauna

895787

592032

562053

1273431

1357308

Ekor 

Indeks Kehati Fauna

0,01

0,02

1,05

1,08

1,2

H' 

1

Penyu Lekang

500

600

800

820

850

Ekor 

2

Penyu Tempayan

500

500

600

700

750

Ekor 

3

Penyu Hijau

400

600

700

750

800

Ekor 

4

Penyu Sisik

0

0

0

0

121

Ekor 

5

Buaya Siam

0

2

3

3

3

Ekor 

6

Cekakak sungai

0

0

0

8

10

Ekor 

7

Tuwur asia

0

0

0

4

5

Ekor 

8

Madu kelapa

0

0

0

7

8

Ekor 

9

Walet linchi

0

0

0

25

25

Ekor 

10

Kekep babi

0

0

0

2

3

Ekor 

11

Kapasan kemiri

0

0

0

1

2

Ekor 

12

Tekukur biasa

0

0

0

3

4

Ekor 

13

Bondol peking

0

0

0

3

4

Ekor 

14

Takur ungkut-ungkut

0

0

0

1

2

Ekor 

15

Burung madu sriganti

0

0

0

7

7

Ekor 

16

Burung gereja

0

0

0

10

10

Ekor 

17

Kelelawar Buah

0

0

0

0

3

Ekor 

18

Caladi tilik

0

0

0

3

3

Ekor 

19

Manyar tempua

0

0

0

2

2

Ekor 

20

Merbah cerukcuk

0

0

0

4

4

Ekor 

21

Perling kumbang

0

0

0

2

3

Ekor 

22

Kuntul kecil

0

0

0

100

150

Ekor 

23

Cangak merah

0

0

0

8

8

Ekor 

24

Kuntul kerbau

0

0

0

200

250

Ekor 

25

Punai gading

0

0

0

10

11

Ekor 

26

Ikan Karang Corralivor

168625

201175

296780

256310

306430

Ekor 

27

Ikan Karang Herbivor

708225

72235

74195

735205

760428

Ekor 

28

Ikan Karang Karnivor

2698

256215

182115

249565

230652

Ekor 

29

Lima

1349

0

6745

6745

6945

Ekor 

30

Drupella

6745

60705

94,43

2698

28980

Ekor 

31

Bulu Babi

6745

0

20,235

20235

20835

Ekor 

 

Secara umum terjadi peningkatan nilai indeks keanekaragaman hayati di seluruh area konservasi PT Pertamina Patra Niaga AFT Minangkabau. Semakin baiknya upaya perlindungan keanekaragaman hayati PT. Pertamina Patra Niaga AFT Minangkabau dapat diketahui dari grafik peningkatan nilai absolut program perlindungan keanekaragaman hayati sebagai berikut :

1.jpeg (86 KB)

2.jpeg (35 KB)

3.jpeg (41 KB)

4.jpeg (30 KB)

5.jpeg (30 KB)

Program keanekaragaman hayati “Rancak Ulakan” memberikan berbagai manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Program ini tidak hanya berfokus pada upaya konservasi, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan. Adapun manfaat yang dirasakan masyarakat melalui program ini antara lain sebagai berikut.

  1. KOMANG TIRAM

                Sub Program “Komang Tiram” berkontribusi dalam meminimalisir dampak abrasi pantai melalui kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove di kawasan pesisir Pantai Ulakan. Keberadaan mangrove mampu menahan laju pengikisan tanah akibat hempasan ombak dan arus laut sehingga garis pantai menjadi lebih stabil. Dengan berkurangnya abrasi, masyarakat pesisir dapat terlindungi dari risiko kerusakan lahan, permukiman, maupun fasilitas umum yang berada di sekitar pantai. Selain itu, keberadaan kawasan hijau pesisir juga membantu menjaga kualitas lingkungan dan keseimbangan ekosistem laut.

WhatsApp Image 2026-10-23 at 20.08.51.jpeg (86 KB)

                Selain mengurangi abrasi, kawasan mangrove yang dikembangkan melalui program ini juga memiliki fungsi ekologis sebagai pelindung alami dari gelombang besar dan potensi tsunami. Akar mangrove yang kuat dan rapat mampu meredam energi gelombang sehingga dapat mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan ketika terjadi bencana pesisir. Dengan demikian, masyarakat memperoleh manfaat berupa peningkatan ketahanan wilayah terhadap bencana alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai bentuk mitigasi bencana berbasis lingkungan.

  1. SIPORA

                Sub Program “SIPORA” turut mendukung penghijauan kawasan pantai sehingga menciptakan lingkungan pesisir yang lebih asri, sehat, dan produktif. Penanaman vegetasi pantai tidak hanya memperbaiki kondisi ekologis, tetapi juga meningkatkan estetika kawasan sehingga berpotensi menjadi daya tarik wisata alam. Lingkungan pantai yang hijau dan terawat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar maupun pengunjung, sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan mengenai pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati pesisir.

WhatsApp Image 2026-10-23 at 20.09.00.jpeg (120 KB)

                Pohon Cemara ditanam di kawasan Pantai Kataping hingga Pantai Seulayat Ulakan. Pada tahun 2026, SIPORA dilakukan dengan penanaman 500 batang pohon cemara di Pantai Seualayat Ulakan. Penanaman ini dilakukan untuk pencegahan abrasi sekaligus pengembangan wisata area pesisir

  1. BAKOPEN

                Sub Program ”BAKOPEN” berperan dalam menjaga keberlangsungan populasi penyu melalui upaya pencegahan pencurian telur penyu di kawasan Pulau Bando, Padang Pariaman. Kegiatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk melindungi habitat penyu sebagai bagian penting dari ekosistem laut. Dengan berkurangnya praktik pengambilan telur penyu secara ilegal, proses penetasan dan perkembangan populasi penyu dapat berlangsung lebih optimal sehingga keseimbangan ekosistem pesisir tetap terjaga.

WhatsApp Image 2026-10-23 at 20.09.09.jpeg (52 KB)

  1. SITERANG BANDO

                Kelestarian laut juga didukung melalui sub program “SITERANG BANDO”, yakni penanaman terumbu karang di kawasan laut sekitar Pulau Bando. Upaya konservasi dapat menjaga keanekaragaman hayati laut dengan melindungi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut sehingga ekosistem tetap terpelihara secara berkelanjutan. Selain itu, terumbu karang berfungsi sebagai pemecah gelombang alami yang mampu mengurangi dampak abrasi pantai serta melindungi wilayah pesisir dari hempasan ombak besar .

WhatsApp Image 2026-10-23 at 20.09.18.jpeg (27 KB) WhatsApp Image 2026-10-23 at 20.09.25.jpeg (31 KB)

                              Melalui “Rancak Ulakan”, manfaat ekonomi diperoleh masyarakat melalui pengembangan wisata survival di Pulau Konservasi Bando. Aktivitas wisata berbasis konservasi ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal, seperti penyediaan jasa pemandu wisata, transportasi, dan kuliner. Kehadiran wisata survival tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi. Dengan demikian, program ini mampu menciptakan sinergi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. 

                              Demikian data informatif mengenai implementasi Program Perlindungan Keanekaragaman Hayati dari AFT Minangkabau. Program ini senantiasa terus meningkatkan kolaborasi untuk upaya penjagaan lingkungan yang baik tidak hanya pada ekosistem sekitar tapi juga pada masyarakat

Nov 01, 2026 / 0 second